Wednesday, October 3, 2012

Seismic Data ...Beyond Structural Interpretation

Kadang kita menjumpai data seismik yang digunakan hanya bisa sebatas untuk interpretasi struktur, yang sangat dasar. Kualitas sinyal yang buruk, kandungan frekuensi rendah pada level reservoar, dan tahapan processing yang kurang tepat membuat data-data tersebut hanya terhenti pada penggunaan interpretasi struktur. Data seismik dapat digunakan untuk interpretasi struktur setelah melalui tahapan prosesing minimum fase wavelet dan proses gain untuk memperjelas kenampakan struktur geologi. Akan tetapi, penggunaan kuantitatif seismik atribut menggunakan filosofi yang berbeda, apa yang kita kenal dengan 'stratigraphic processing'. Tahapan pemrosesan data seismik untuk stratigrafi dan properti fluida mensyaratkan zero-phase,  true amplitude, migrated data. Dan ini biasanya cukup memakan waktu. Meskipun memakan waktu yang cukup banyak, namun harus dilakukan jika ingin studi attribut berjalan dengan baik.

Contoh, bila tujuan akhir kita adalah inversi akustik impedans (acoustic impedance inversion), maka data kita harus zero-phase, true amplitude recovery. Jika syarat tersebut tidak terpenuhi maka impedance cube yang dihasilkan tidak bermakna untuk interpretasi kuantitatif. Analisa AVO memeriksa basis variasi amplitude terhadap offset sebagai akibat dari kontras properti elastik batuan. Analisa AVO dimulai dengan data yang belum mengalami proses stacking (prestack), membutuhkan data dengan ukuran size yang besar. Inversi akustik impedans dan AVO, keduanya membutuhkan data seismik yang zero-phase, true amplitude.

(Disarikan dari "Quantitative Use of Seismic Attributes for reservoir characterization" , Richard L. Chambers & Jeffrey M Yarus )


1 comment:

  1. mau tanya nih

    avo itu adalah anomali karena adanya perubahan amplitudo terhadap offset
    nah sebenarnnya, perubahan tersebut di sebab kan oleh apa ya?
    dan mengapa?

    terima kasih

    ReplyDelete