Sunday, November 4, 2012

Multiattribute Seismic Analysis

Ide menggunakan multiattribute seismik untuk memprediksi properti log diajukan oleh Schultz dalam publikasi The Leading Edge. Mereka menekankan bahwa approach tradisional untuk menurunkan parameter sebuah reservoar dari data seismik harus mempertimbangkan relasi fisis antar parameter, yang kemudian dipetakan untuk memprediksi parameter reservoar. Analisis perubahan amplitude dalam trace seismik , mengindikasikan perubahan nilai koefisien refleksi. Sebagai contoh, jika impedansi akustik menunjukkan perubahan yang dramatis, seperti terjadi di gas sand, trace seismik akan menunjukkan 'bright spot'.

Ekstrasi impedansi akustik dari data seismik menggunakan metode inversion trace, jika kita mengintegrasi trace tersebut secara sederhana maka komponen frekuensi rendah cenderung hilang. Hilangnya  frekuensi rendah ini karena efek wavelet seismik. Hal ini biasanya dikoreksi menggunakan komponen low frequency dari model velocity.

Penggunaan atrribut sesaat yang diturunkan dari data seismik. Atrribut-attribut itu sendiri memiliki base dari definisi complex trace, yang kemudian menjadi tiga produk klasik seismik attribute : Amplitude envelope, Instantaneous phase, Instantaneous frequency. 


*Disarikan dari publikasi Brian Russel & Dan Hampson , The Leading Edge October 1997. *

No comments:

Post a Comment